Posts

Terguncang-guncang di Bandung Barat

Image
  Follow my blog with Bloglovin Semenjak hadir tanda pagar (#) explore (yang diikuti nama kota) di Instagram, muncullah wajah-wajah destinasi wisata yang selama ini belum diketahui publik di sosial media. Salah satunya adalah explore wisata di Bandung Barat yang selama ini lekat dengan Tangkuban Perahu. Bermula dari hasil berburu di semacam acara bazaar tempat-tempat wisata dalam skala kecil di Citos, saya dan Uniey menemukan trip seru yang patut dicoba. Kenapa patut dicoba? Karena wisata di  Bandung Barat ini hanya sehari saja, lalu jenisnya adalah off road. Ini jenis trip yang belum pernah kami coba. Setelah rencana sana-sini, akhirnya trip dari akun @Jalan2terus yaitu off road dan dilanjutkan dengan berburu matahari terbit di Bukit Upas, Bandung Barat, sepakat untuk kami ikuti. Trip off road dan berburu matahari terbit di Bukit Upas itu diikuti oleh saya, Uniey, Wantah, Adi dan Tikey. Seperti ini jalan yang harus kami lewati dengan berjalan kaki saat...

Kapas Biru and Tumpak Sewu Waterfall: Catch Us if You Can

Image
Kapas Biru My trip to Lumajang about two weeks ago also listed two waterfall in Lumajang to be visited: Kapas Biru and Tumpak Sewu. First destination was Kapas Biru. This waterfall is located at Pronojiwo. If you kind of adventurous traveler, I bet you will like this destination. It take about 1-2 hours to reach Kapas Biru, you will do this things a long the way: climbing stairs, walking on steep ground, passing salak (snake fruit) plantation, rice fields, and also passing little river. The things I like from the trip to Kapas Biru was the concern from the villagers around the waterfall on the cleanliness. They made a simple bin (just from bamboo and plastic) every less or more 100 meters. There was also  a sign that written about put the trash in the bin. That’s really nice I think, since it really hard (in Indonesia, in my opinion) to educate people who came to tourist attraction to do not litter. I hope the visitors will obey the rules that the villagers alr...

Mengejar Sunrise di Puncak B29

Image
Entah dimulai sejak kapan, saya selalu merasakan momen magis ketika bisa melihat langsung mentari terbit, di mana pun. Dimulai dengan melihat warna langit bergradasi biru dan jingga, hingga akhirnya matahari muncul, pasti ada perasaan haru, kagum, dan entah apa lagi karena saya sendiri kesulitan untuk mendapatkan kata yang tepat untuk menggambarkannya. Ingin kembali merasakan momen magis itu yang membuat saya begitu bersemangat bangun jam 02.00 pagi pada 14 Agustus lalu. Pagi itu saya sedang berada di Lumajang, Jawa Timur, bersama empat orang teman. Tempat yang akan kami tuju namanya Puncak B29 berada.  Katanya, ini puncak tertinggi di kawasan tepi kaldera Bromo. Tingginya mencapai 2900 meter diatas permukaan laut (mdpl). Sebenarnya, tinggi puncak ini setara dengan Gunung Prau di Dieng, Jawa Tengah. Namun, kalau menuju Prau harus melewati perjalanan masuk hutan selayaknya naik gunung, menuju B29 bisa menggunakan ojek. Ini tentu kabar menyenangkan untuk mereka yang tidak kuat...

Berganti Usia di Dieng Plateu (Part 2)

Image
Dieng, 24 Februari 2015 Alarm berbunyi. Sudah pukul 03.00, rupanya. Saya  langsung terbangun. Begitu juga dengan Uniey. Tanpa buang waktu, kami cuci muka dan segera memasukkan beberapa keperluan untuk melihat sunrise (sekali lagi) di Sikunir. Dieng pagi itu sama seperti kemarin. Dingin tak terkira, meski tubuh sudah dibalut jaket, kupluk, pashmina dan kaos kaki. Dibawah mas Dwi sudah siap. Ia mengajak temannya, tapi saya lupa siapa namanya, sebagai pengantar ke Dieng. Saya dibonceng mas Dwi. Lelaki yang senang bercanda ini tahu benar bagaimana membawa kendaraan yang baik, terlebih saat membawa tamu. Dia menyediakan helm dan tidak memacu motornya kencang-kencang. Rasa takut yang kemarin saya rasakan ketika dibonceng mas Cebong, seketika hilang. Saya percaya dengan si pemacu mesin ini.  Sesampainya di  gerbang Sikunir, teman mas Dwi memutuskan tidak ikut ke atas. Jadi, hanya kami bertiga yang akan melihat sunrise pagi itu. Perjalanan menuju Sikunir pagi itu ter...

(Cerita pembuatan) Paspor Lima Tahun Lalu dan Sekarang

Sampai saat ini, saya masih ingat betapa repotnya urusan membuat paspor untuk pertama kali, lima tahun lalu. Desember 2010 Tuntutan pekerjaan mendorong saya untuk segera membuat paspor. Setelah janjian dengan seorang teman, kami sepakat untuk ke kantor imigrasi Jakarta Selatan, di Jl. TB. Simatupang arah ke Lebak Bulus. Waktu itu kantor imigrasi Jakarta Selatan yang semestinya berada di daerah Mampang Prapatan sedang direnovasi, jadi sementara waktu kantor itu pindah ke Jl. TB. Simatupang. Menurut saya dan teman, kami sudah datang ke kantor imigrasi sangat pagi-pagi, yaitu jam 07.00. Tapi nyatanya lebih banyak orang yang lebih gesit dan cekatan daripada kami. Walhasil, kami dapat nomor antrian dengan angka yang besar karena masuk dalam kategori terlambat. Hari itu, saya dan teman menghabiskan waktu satu hari hanya untuk mengembalikan formulir dan verifikasi data pembuatan paspor. Berkunjung kembali ke kantor imigrasi kembali kami lakoni, kali ini untuk foto. Sedikit mengubah str...

Berganti Usia di Dieng Plateu (Part 1)

Image
Di atas Kopaja AC jurusan Senen-Lebak Bulus, menuju rumah, saya pandangi kedua kaki. Bengkak. Ini hasil duduk sejak pagi hingga sore dengan total waktu 10,5 jam perjalanan usai menikmati Dieng Plateu selama dua hari. Perjalanan dua hari itu dimulai 22 Februari, pukul 06.20 dari Gambir. Perjalanan ini bermula dari ajakan seorang teman, Uniey, yang kebetulan akan berulang tahun di 24 Februari.  Awalnya saya menanggapi agak angin-anginan, tapi entah kenapa makin mendekati akhir pekan, kok saya semakin ingin melakukan perjalanan ini. Sabtu Pagi, kembali saya WA Uniey, “Jadi enggak ke Dieng?” “Jadiin aja, yuk,” menjadi kalimat yang akhirnya membawa saya tiba di Purwokerto setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih empat jam menggunakan kereta Purwojaya jurusan Gambir-Cilacap. Tanpa ba-bi-bu kami langsung menyetop angkot. Kali ini tujuannya adalah terminal Purwokerto untuk menuju Wonosobo. Tiba di terminal, calo-calo sibuk mendatangi kami, menanyakan tujuan. Dijawab Wonosobo, ...

Mendadak Mudik

Image
Liburan akhir tahun 2014 lagi-lagi saya habiskan di tanah Sumatera. Kenapa saya bilang kalau ini lagi-lagi? Karena tahun lalu pun saya pergi ke Sumatera, Lampung tepatnya. Sebenarnya, tahun lalu tidak benar-benar liburan, tapi ada acara keluarga. Namun, disempatkan untuk jalan-jalan walau hanya ke Pantai Mutun dan makan bakso di Lampung yang paling ternama, Sony :D Liburan cum mudik di akhir tahun ini tidak direncanakan, tapi entah bagaimana ceritanya ternyata keluarga besar memutuskan untuk mari kita pulang kampung. Jadilah, tiga mobil menuju Baturaja, Lahat, dan Pagar Alam pada 25 Desember 2014-1 Januari 2015. Saya sendiri bukan termasuk orang yang rajin pulang kampung. Terakhir pulang kampung kalau tidak salah di 2004. Artinya, 10 tahun yang lalu. Rasa kangen pada kampung halaman sering muncul. Kangen pada suasana yang kekeluargaan, udara dingin, jajaran sawah dan pohon kopi, juga rumah panggung. Jajaran Bukit Barisan Kebun Kopi Kampung saya, Lahat , terkenal...