"Hei, Selamat Ulang Tahun" di Puncak Borobudur

Sunrise di Borobudur, 20 Agustus 2016




Angin terasa menampar wajah saya pagi itu. Sementara, sepanjang mata memandang, yang terlihat adalah gelap. Sesekali, saya mengadah ke atas. Mencoba membaca langit. Ada bintang, ada bulan, tapi awan terlihat lumayan tebal. Dalam hati, dari atas motor dan sambil menahan rasa dingin, saya bergumam, “Mudah-mudahan awan-awan itu pergi, dan 20 Agustus ini ada pemandangan sunrise yang cantik di Borobudur.”


Pagi itu saya bersama mas Ikhsan, seorang pengantar dari travel, naik Honda matic menuju Magelang. Karena tak bisa mengendarai motor, akhirnya saya memilih menyewa motor sekaligus pengendaranya, melalui website ini. Berapa uang yang harus saya rogoh untuk menyewa dia sebagai teman kencan pagi buta motor sekaligus pengendaranya, melihat matahari terbit di Borobudur? Rp300.000.

Perjalanan kami dimulai dari EDU Hostel, tepat pukul 04.00. “Kalau tidak ada halangan, kita bisa sampai di Magelang sekitar pukul 05.00”, kata mas Ikhsan.

Tak banyak percakapan yang kami lakukan saat menempuh jarak kurang lebih 40 kilometer itu. Saya pun lebih fokus memperhatikan langit, karena berharap tidak akan banyak awan pagi itu. Sesekali, saya membenarkan posisi duduk dan mencoba menahan kantuk. Bahaya sangat kalau sampai tertidur di atas motor.


Setelah melewati plang bertulisankan Candi Borobudur sekitar lima menit, tiba-tiba mas Ikhsan membelokkan motornya. “Salah jalan, mbak. Maklum, gelap. Harusnya kita berbelok di sana,” katanya. “Biasanya, bawa tamu siang-siang, ya?” tanya saya, “Iya,” jawabnya singkat.

Tak lama setelah berbelok ke arah yang tepat, saya melihat rombongan bule mengendarai sepeda onthel. Tiba-tiba saya senyum-senyum sendiri sambil bersorak dalam hati, “Yeah, akhirnya jadi juga melihat sunrise di Borobudur.”


“Do you want to see sunrise?” tanya seorang resepsionis begitu saya memasuki bagian depan Hotel Manohara. “Yes,” jawab saya. “Do you bring your id, like passport or something else?”, tanyanya ramah. “Yes,” lagi-lagi saya hanya menjawab singkat. KTP berlogo Monas di bagian sudut kiri atas, keluar, dan saya serahkan pada sang resepsionis yang dari name tag nya terbaca kalau ia bernama Sigit. “Oh, saya pikir orang Filipina,” katanya sambil mengembalikan KTP. “Oh, pantas dari tadi dia berbahasa Inggris,” kata saya dalam hati. Saya hanya menjawabnya dengan senyum-senyum saja.



Merapi tampak dari kejauhan

Matahari hampir terbit dari arah Gunung Merapi


Sambil sesekali terdengar suara orang mengaji dari kejauhan, terang mulai kelihatan. Sayangnya, awan tebal yang saya lihat di sepanjang perjalanan dari Jogja ke Magelang, tetap tak mau pergi. Mereka asyik menutupi matahari. Meski begitu, ada sedikit rona kemerahan di langit yang kian jelas membiru. Kabut tipis ikut mempercantik pagi itu.


Pengunjung menikmati suasana setelah sunrise di Borobudur


Sinar matahari dan siluet pengunjung menjadi subjek foto yang menarik

Sinar matahari dan siluet pengunjung menjadi subjek foto yang menarik

Sinar matahari dan siluet Budha menjadi subjek foto yang menarik





Sekitar pukul 06.00, tiba-tiba terdengar suara seperti lantunan doa yang dinyanyikan. Orang-orang pun terlihat mengerubungi salah satu tangga. Saya penasaran mau tahu. Oh, rupanya para biksu bersiap melakukan doa pagi. Mereka berjalan seperti berlutut menuju puncak Borobudur. Sesampai di hampir puncak, mereka mengelilingi stupa beberapa kali, sambil tetap melafalkan doa.

Kabut tipis di Borobudur


Matahari kian tinggi, panas mulai menyengat, Borobudur pun tak lagi jadi milik kami, pemegang tiket sebesar Rp350.000 untuk melihat sunrise di sana. Candi yang didirikan pada masa wangsa Syailendra ini sudah mulai didatangi pengunjung yang membeli tiket reguler. Borobudur memang dibuka  untuk umum sejak pukul 06.00. Kian ramai, saya putuskan  untuk menyudahi salah satu keinginan saya: melihat sunrise di Borobudur.


"Hei, selamat ulang tahun, kamu," ucap saya pada diri sendiri sambil menyusuri undakan tangga, keluar Borobudur.

Comments

  1. Rejeki banget bisa dapet sunrise. Saya udah mahal2 masuk lewat hotel manohara, waaaah gak dapet sunrise. Tapi lumayan lah jadi ngerti suasananya kalo kita mau naik via hotel Manohara.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

24 Jam di Melaka

(Cerita pembuatan) Paspor Lima Tahun Lalu dan Sekarang

Kapas Biru and Tumpak Sewu Waterfall: Catch Us if You Can