Posts

Weekend Gateaway: Pulau Bira Besar

Image
Atas ajakan seorang teman, sekali lagi saya berkesempatan menjelajahi pulau di Kepulauan Seribu. Pulau Bira Besar tepatnya. Trip kali ini diikuti 9 orang. Dari semuanya, saya hanya kenal Uni (teman yang mengajak) dan Eca. Lainnya: Devy, Bobby, Mail, Ratna, Jikun dan Mas Roni dalah orang-orang yang baru saya kenal. Kesan pertama saat menjejakkan kaki di pulau milik Patra Jasa ini adalah sejuk. Karena di pinggir pantainya ditumbuhi tanaman sejenis cemara. Disini –kelihatannya- ada lebih dari 10 guest house dengan sedikit bergaya rumah panggung. Sayangnya karena kurang perawatan, banyak atap guest house yang keropos. Sepanjang pinggir pantai Pulau Bira Besar banyak sisa pepohonan yang rubuh. Buat saya, Ini jadi spot foto yang menarik. Lainnya, pulau ini punya dua dermaga: sisi depan dan belakang. Dermaga sisi belakang adalah tempat yang amat menarik untuk mereka yang gemar snorkeling. Karangnya banyak, meski berwarna seragam. Penghuni lainnya juga beragam; ikan berwarna-warni b...

Plesiran ke Anak Krakatau

Image
Plesiran kali ini adalah mengunjungi Cagar Alam Krakatau, yang terletak di Propinsi Lampung. Sejarah letusan Gunung Krakatau di 1883 mencatatkan 2/3 bagian kerucut gunung ini terpencar dan membuat kawah sebesar 7 km, sedalam 250 m. 36 ribu jiwa tewas, mengakibatkan tsunami dahsyat dengan ketinggian air laut 40 m. Suara ledakannya terdengar sampai 4600 km dari pusat ledakan. Akibat letusannya menyebabkan dunia menjadi gelap selama dua hari karena debu vulkanisnya yang mencapai ketinggian 80 km menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Bahkan hamparan debu tampak di langit Norwegia hingga New York. Perjalanan menuju puncak Anak Krakatau bukan perkara mudah. Jalanannya landai dan berupa pasir hitam yang makin ke atas makin terasa panas. Sesampainya diatas, pengunjung justru harus makin waspada. Ini karena sewaktu-waktu Anak Krakatau mengeluarkan 'isi'nya berupa bebatuan panas. Bukan hanya Cagar alam Krakatau yan...

Main dengan Lumba-Lumba di kiluan

Image
Menyeberangi Selat Sunda, sampailah di Lampung. Propinsi di ujung selatan Pulau Sumatera ini menawarkan pemandangan laut yang indah. Ada dua cara menuju Kiluan, jalur darat atau jalur laut. Lewat jalur laut, Canti –pelabuhan para nelayan- jadi gerbang utamanya. Apa istimewanya Kiluan? Puluhan lumba-lumba yang siap menyajikan atraksi melompat di pagi hari. Yup, lumba-lumba ini hanya muncul di pagi buta sampai sekitar pukul 07.00. Makin asyik perjalanan melihat lumba-lumba ini karena terkadang si nelayan yang membawa jukung (perahu kecil berukuran panjang dan berujung lancip melengkung dan jadi ‘kendaraan’ untuk melihat lumba-lumba) menangkap ikan untuk nantinya di jual. Lainnya, pegunungan, air berwarna hijau tua dan karang-karang kokoh di pinggiran pantai jadi bonusnya. Dengar-dengar, snorkeling di sekitar Kiluan juga tak kalah indahnya.

Kenapa Mesti ke Bali?

Image
Keelokan dan kesohoran Bali sebagai destinasi wisata sudah saya dengar sejak zaman SD. Tapi untuk membuktikannya, baru terwujud di 2011. Impulsif trip. Begitu saya menyebut perjalanan ini. Alasannya, seorang teman nekat memesan tiket promo ke Bali untuk lima orang. Meski pada akhirnya orang yang berangkat berbeda dengan orang yang memesan tiket diawal -kecuali saya dan seorang teman, trip ini jalan terus. Tentu bergaya ala backpacker. Urusan tempat wisata yang dituju, penginapan, dan sewa mobil dicari lewat googling di internet sekaligus minta pendapat dua teman yang kebetulan orang Bali. Tepat 23-25 November lalu lima orang perempuan ‘terbang’ ke Bali. Hasil impulsif trip kami menjelajahi Garuda Wisnu Kencana, Uluwatu, Pantai Padang-Padang, Pantai Jimbaran, Tanjung Benoa, Tanah Lot, Seputaran Kuta, Sanur, dan ditutup dengan membeli oleh-oleh di Bali Hawaii. Ini kenangan yang direkam lewat kamera dari tempat-tempat yang kami datangi. PS. Saya terpana melihat Pantai Padang-Padang y...

Sejenak di Ujung Genteng

Image
Ke Ujung Genteng bikin saya sadar kalau kota yang punya nama Sukabumi itu amat sangat besar. Meski jalannya terbilang jelek, tapi kalau jalan di pagi atau siang, pemandangannya bisa mengalihkan perhatian pengguna jalan. Ujung Genteng menawarkan lautnya yang punya ombak besar. Pas untuk mereka yang hobi atau penasaran dengan olahraga surfing. Tawaran lainnya, sunset yang cantik di Muara Cipanarikan dan penangkaran penyu. Masyarakat yang ramah dan terbuka pada pendatang juga jadi keasyikan tersendiri mengunjungi Ujung Genteng. Bonus lainnya, ada saudara kembar Tanah Lot di Bali di Villa Amanda Ratu, juga Curug Cikaso yang indah.

Rayuan Pulau Kelapa

Image
Pulau Kelapa adalah salah satu pulau di kepulauan Seribu yang belum banyak didatangi pengunjung layaknya Pulau Tidung yang saat ini sedang bersinar namanya. Pemandangan menarik di Pulau Kelapa adalah saat sunrise dan sunset. Alasannya, sunrise yang muncul di timur makin tampak cantik karena muncul diantara kapal-kapal nelayan yang berlabuh di dermaga. Sementara, sunset di barat muncul ditengah lautan lepas. Pulau-pulau disekitar Pulau Kelapa pun tak kalah cantik. Pasir putih di bibir pantai dan keindahan bawah laut yang tiada duanya.

Sapaan Bromo di Pagi Hari

Image