Lupakan Penat, Nikmati Green Canyon





Ini 'terminal' keberangkatan menuju Cukang Taneuh


Stalagtit di Cukang Taneuh


Ayo berenang, merasakan segarnya air Cukang Taneuh
















Green Canyon adalah nama yang diberikan seorang turis asing saat melihat tempat ini pertama kalinya di tahun 80an. Karena tempat ini mirip dengan Grand Canyon di Amerika Serikat sana dengan dinding bebatuannya yang tinggi, namun yang membedakan adalah hadirnya sungai yang aliran airnya berwarna hijau, bernama Sungai Cijulang. Tempat ini pun bernama Green Canyon.

Sementara, penduduk setempat menamakan ini Cukang Taneuh, alias jembatan tanah. Alasannya, dihulu aliran sungai Cijulang terdapat sebuah jembatan tanah yang berukuran lebar 3 meter dan panjang 40 meter. Jembatan yang mirip terowongan ini menghubungkan antara Desa Kertayasa dengan Desa Batukaras yang dipisahkan sebuah tebing tinggi.

Untuk bisa mendatangi tempat ini, bisa dimulai dari Terminal Pangandaran. Disana ada angkutan umum sampai ke daerah Cijulang. Untuk sampai ke Green Canyon, bisa dilanjutkan dengan ojek. Daripada harus bersusah payah berganti angkutan, bicara baik-baik dengan supir angkutan umum di Terminal Pangandaram. Utarakan maksud kita ingin mengunjungi Green Canyon dan minat kita untuk menyewa angkotnya. Jika si supir setuju, mulai tanyakan harga. Sebagai informasi untuk menentukan harga, jarak antara Terminal Pangandaran hingga parkiran Green Canyon antara satu hingga satu setengah jam. Cara ini tentunya jauh lebih menghemat waktu dan biaya, terlebih jika kita datang beramai-ramai.

Sebelum bisa menikmati Green Canyon kita diharuskan menunggu antrian naik perahu. Satu perahu berisi lima orang dengan biaya Rp. 60.000. Jika datang disaat liburan atau akhir pekan, sabar-sabar saja menunggu antrian yang sangat panjang.

Yang bisa dinikmati dari Green Canyon adalah perjalanan kurang lebih tiga puluh menit sebelum sampai diantara bebatuan indah dengan airnya yang bening dan dingin. Sepanjang perjalanan silahkan nikmati pemandangan berupa rindangnya pepohonan dan sesekali terlihat biawak yang asik berjemur, menikmati hangatnya sinar mentari. Terkadang, anak-anak kecil penduduk sekitar terlihat juga bermain. Mereka tak malu mempertontonkan keahlian mereka loncat salto dari bebatuan. Pemandangan yang cukup menghibur. Sesampainya di Cukang Taneuh (jembatan tanah), pemandangan indah serupa Grand Canyon di Colorado, Amerika Serikat tersaji disini. Jangan ragu untuk berenang hingga ke ujung karena justru disitulah kulminasi keindahan Cukang Taneuh. Sebuah kolam dan bebatuan indah menanti.

Perahu pengantar pengunjung biasanya hanya dijatah selama satu jam. Jadi, meski keasyikan bermain air, tetap ingat-ingat waktu karena masih banyak orang yang juga ingin menikmati keindahan si Cukang Taneuh ini.




















Comments

Popular posts from this blog

(Edu) Hostel, Yay or Nay?

Kapas Biru and Tumpak Sewu Waterfall: Catch Us if You Can

Jalan-Jalan Jakarta Lewat Susur Oranje Boulevard