Lucky Trip to Singapore (3): Singapura dari Ketinggian 165 Meter


Tingginya 165 meter. Ia diklaim sebagai bianglala terbesar di dunia. Kapsul berdiameter 150 meter dengan kecepatan 0,24 m/s ini perlahan-lahan membawa saya menyaksikan Singapura dari ketinggian.  Fun!

Singapore Flyer

 Konsep masuk ke Singapore Flyer sengaja dibuat seperti masuk ke dalam pesawat. Nah, sebelum benar-benar masuk ke dalam kapsul itu, saya melewati dua orang 'petugas bandara' yang siap merobek tiket sekaligus memeriksa dengan metal detector. Usai melewati petugas bandara, ada lorong panjang yang mesti dilewati: 'Journey of Dreams'. Di sisi kanan dan kiri bisa dilihat video dan penjelasan tentang Singapore Flyer. Di ujung, rombongan dipersilahkan bergaya untuk di foto.  Hasil fotonya bisa diambil setelah turun dari Singapore Flyer dengan cara 'ditebus' sebesar (kalau tidak salah) SGD 10.


Hap, kaki menjejak ke dalam kapsul, dinginnya AC langsung terasa.  Masing-masing memilih posisi strategis. Saya mengambil sisi sebelah kiri. Kapsul ini bergerak amat perlahan, sampai-sampai saya tidak merasa tiba-tiba sudah berada di ketinggian. Untuk benar-benar sampai ke puncak, perlu waktu sekitar 30 menit. Dari puncak saya melihat sirkuit di kawasan Marina Bay, juga bangunan-bangunan di sekitarnya. Seru juga melihat mobil yang lalu lalang di luar sana lebih mirip mobil-mobilan karena jadi tampak mini dari atas. Dari ketinggian itu juga bisa terlihat wilayah Malaysia (Johor)  juga Indonesia (Pulau Batam).

Si kapsul yang siap membawa ke ketinggaian 165 meter


Untuk menikmati Singapura dari ketinggian harga yang harus dibayar adalah SGD 33 (dewasa), SGD 24 untuk lanjut usia, dan SGD 21 untuk anak-anak diatas 3 tahun. Singapore Flyer bisa dinikmati mulai dari pukul 08.30 sampai 10.30.

Sambil asyik memotret pemandangan Singapura dari ketinggian, kami mendapat penjelasan dari Chew Boon Heang, Director-Corporate Planinning & Business Strategy dari Adval Brand Group Pte Ltd -pengelola Singapore Flyer, "Singapore Flyer juga bisa digunakan untuk meeting, peluncuran produk, atau makan malam romantis." Hmm, saya jadi membayangkan makan malam di ketinggian sambil melihat lampu-lampu yang menerangi Singapura. Terbayang sih, romantisnya. Tapi saya juga membayangkan kalau meeting di ketinggian 165 meter, sementara meetingnya membosankan. Mesti kabur kemana?  :))


Silahkan pilih souvenir yang disuka
Tidak terasa sudah 30 menit, saatnya keluar dari wahana itu. Tapi nyatanya kita tidak benar-benar keluar karena sebelum ketemu dengan pintu, ada toko souvenir yang menggoda. Oh iya, hasil foto tadi diambil di counter toko ini. Pernak-pernik Singapore Flyer bisa dipilih disini. Tempat lainnya yang bisa disinggahi adalah restoran dan spa.





Comments

Popular posts from this blog

(Edu) Hostel, Yay or Nay?

Kapas Biru and Tumpak Sewu Waterfall: Catch Us if You Can

Jalan-Jalan Jakarta Lewat Susur Oranje Boulevard