Posts

Jalan Pagi ke Peranakan Museum

Image
Patung 'penyambut tamu' di depan Peranakan Museum "Being Peranakan means...learning to eat sambal belachan." "I feel Peranakan because i'm deeply rooted to Singapore." "Telling joke in Babay Malay makes me feel Peranakan."  Kata-kata itu terpampang dibawah foto berukuran besar wajah-wajah warga Singapura yang berjejer di lantai dasar Museum Peranakan. Yup, Singapura menyadari betul kalau percampuran warganya yang di dominasi tiga ras yaitu Chinese, Melayu, dan India bukan sekedar aset kekayaan budaya tapi juga menjadi aset wisata yang  pantas dibanggakan. Sabtu, 16 Februari 2013. Ini hari terakhir media fam trip di Singapura. Menurut itinerary , kami baru akan menuju bandara pukul 11.00 siang. Nah, ada waktu beberapa saat yang bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan. Pilihan jalan-jalan pagi itu adalah dua museum yang kebetulan letaknya tidak terlalu jauh dari hotel dan kebetulan (lagi) keduanya 'bertetangga': Museum ...

Lucky Trip to Singapore (3): Singapura dari Ketinggian 165 Meter

Image
Tingginya 165 meter. Ia diklaim sebagai bianglala terbesar di dunia. Kapsul berdiameter 150 meter dengan kecepatan 0,24 m/s ini perlahan-lahan membawa saya menyaksikan Singapura dari ketinggian.  Fun! Singapore Flyer  Konsep masuk ke Singapore Flyer sengaja dibuat seperti masuk ke dalam pesawat. Nah, sebelum benar-benar masuk ke dalam kapsul itu, saya melewati dua orang 'petugas bandara' yang siap merobek tiket sekaligus memeriksa dengan metal detector. Usai melewati petugas bandara, ada lorong panjang yang mesti dilewati: 'Journey of Dreams'. Di sisi kanan dan kiri bisa dilihat video dan penjelasan tentang Singapore Flyer. Di ujung, rombongan dipersilahkan bergaya untuk di foto.  Hasil fotonya bisa diambil setelah turun dari Singapore Flyer dengan cara 'ditebus' sebesar (kalau tidak salah) SGD 10. Hap, kaki menjejak ke dalam kapsul, dinginnya AC langsung terasa.  Masing-masing memilih posisi strategis. Saya mengambil sisi sebelah kiri. Kapsul in...

Lucky Trip to Singapore (2): Keliling Singapura dengan Bebek Oranye

Image
Tempat saya menginap, Quincy Boutique Hotel punya tarif mulai dari SGD 280++. Untuk saya, itu terbilang mahal. Maklum, biasa backapacker :D Herannya, di kamar senyaman dan semahal itu saya justru tidak bisa nyenyak tidur. Sering kali saya terbangun. Di jam 05.30,  saya sudah tidak lagi bisa menutup mata. Saya putuskan untuk bangun dan menyibak tirai. Masih gelap. Ternyata jam setengah 6 pagi di Singapura itu masih gelap. Singapura baru benar-benar terang di jam 8 pagi. Di jam itu juga masyarakat disana mulai beraktifitas. Kolam renang di Quincy  Boutique Hotel Selesai sarapan, kami diajak menuju lantai 12, tempatnya menjadi sehat. Tempat pertama yang ditunjukkan manajemen Quincy adalah kolam renang. Dari tempat ini, selain bisa berendam dan bermain air, bisa juga melihat pemandangan Singapura. Negara kota ini siap menghadirkan pemandangan hutan betonnya. Tapi, tampak juga perbukitan di arah utara. Kolam renang yang bisa dinikmati selama 24 jam ini punya satu acara seru...

Lucky Trip to Singapore

Image
Mengutip sebuah kata tentang keberuntungan, "God's dice always have a lucky roll" (Sophocles), saya merasa sore itu, 7 Februari lalu, lucky roll dari dadu milik Sang Kuasa tengah berpihak pada saya. Seorang PR Consultant menelon ke kantor, menanyakan siapa yang menulis artikel tentang sebuah maskapai penerbangan asal negeri Merlion yang baru saja membuka satu layanan terbaru. Setelah melihat ke majalah yang berisi artikel itu, ada nama saya diujung artikel. Deg, jantung ini berdegub kencang. "Mati gue, artikelnya bermasalah!" itu yang terlintas di pikiran begitu tahu siapa penulisnya. "Begini mbak, kita dari PR Consultant yang mewakili Tiger Airways mau mengajak si penulis artikel untuk media trip ke Singapura." Boleh bicara dengan penulisnya?", tanya perempuan di ujung telepon. Mendengar penjelasan panjang lebar itu, saya jadi senyam-senyum sendiri sambil menjawab sedikit takut kalau saya yang menulis artikel itu. Singkat cerita, tepat di hari ...

Hong Kong Summer Hot and Cool Event

Image
Kata Hong Kong sering jadi pengikut dari kalimat sarkas kalau kita ngenye’in orang. Misalnya,lagi jalan di mal bareng teman-teman. Ngelewatin toko sepatu, eh ada sepatu yang lucu plus keren. Tapi sayang sungguh sayang, harganya mahal. Satu teman buka suara,”Udah beli aja sepatunya. Keren, loh. Makin keren kalau elo yang pake.” Karena enggak punya uang, biasanya yang meluncur dari mulut jadi malah kalimat sarkas, “Keren sih, keren. Uangnya mana? Dari Hongkong?” Hahahaha. Sering banget kan, ya, dengar kalimat kayak gitu? Kenapa mesti Hong Kong, saya juga enggak ngerti. Yang saya ngerti tentang Hong Kong, ini kota yang wajib didatengin sebagai destinasi jalan-jalan. Hong Kong letaknya di tenggara daratan China, dengan luas sekitar 1.104 kilometer persegi. Kota diatas bukit ini punya empat musim. Namun di musim panas lah hiruk pikuk Hong Kong terlihat. Saat itu segala keriaan untuk mereka yang senang berwisata tersedia. Apalagi mulai 22 Juni sampai nanti 31 Agustus 2012 ada program musim...

Catatan Perjalanan ke Ujung Kulon

Image
Selamat datang di Pulau Peucang Apa rasanya kalau alam menyambut kedatangan kita dengan memberikan sedikit kejutan berupa gempa? Apalagi kejadiannya di sebuah pulau terpencil. Di depan lautan, di belakang hutan. Perlu satu jam berjalan kaki menuju bukit. Semua perasaan negatif bercampur aduk jadi satu. Itulah yang saya rasakan saat mendatangi Pulau Peucang, di Taman Nasional Ujung Kulon. Yup, trip Peucang mencatatkan kenangan tak terlupakan sepanjang sejarah saya ngetrip. Ini cerita saya mendatangi tempat di paling barat Pulau Jawa dengan Uniey, Jikun, dan lima orang teman baru: Arifin, Tombak, Empe, Mila, dan Nuki. Dermaga Peucang School Fish di dermaga Peucang                                                                                    Kedatangan Plang...

Weekend Gateaway: Pulau Bira Besar

Image
Atas ajakan seorang teman, sekali lagi saya berkesempatan menjelajahi pulau di Kepulauan Seribu. Pulau Bira Besar tepatnya. Trip kali ini diikuti 9 orang. Dari semuanya, saya hanya kenal Uni (teman yang mengajak) dan Eca. Lainnya: Devy, Bobby, Mail, Ratna, Jikun dan Mas Roni dalah orang-orang yang baru saya kenal. Kesan pertama saat menjejakkan kaki di pulau milik Patra Jasa ini adalah sejuk. Karena di pinggir pantainya ditumbuhi tanaman sejenis cemara. Disini –kelihatannya- ada lebih dari 10 guest house dengan sedikit bergaya rumah panggung. Sayangnya karena kurang perawatan, banyak atap guest house yang keropos. Sepanjang pinggir pantai Pulau Bira Besar banyak sisa pepohonan yang rubuh. Buat saya, Ini jadi spot foto yang menarik. Lainnya, pulau ini punya dua dermaga: sisi depan dan belakang. Dermaga sisi belakang adalah tempat yang amat menarik untuk mereka yang gemar snorkeling. Karangnya banyak, meski berwarna seragam. Penghuni lainnya juga beragam; ikan berwarna-warni b...